Selasa, 01 April 2014

LAPORAN KEGIATAN STUDI LAPANGAN

HASIL LAPORAN KEGIATAN BOSSCHA :

LAPORAN KEGIATAN
STUDI LAPANGAN

Observatorium Boscha, Lembang Bandung
Tanggal 13 Februari 2014


                                                                                              
SMP PLUS NURUL HIKMAH AL-HAKIM

I
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KEGIATAN STUDI LAPANGAN
Tanggal 13 Februari 2014


   Wali kelas                                                  Pembimbing


Anto Widyantoro S.Pd                                                             Jamaludin
                                          
Mengetahui,



   Ketua Yayasan                              Kepala Sekolah   


        Drs.H. Harun                               Fifi Fatimatuzahroh.SE

II
Kata Pengantar

      
         Puji Syukur ke Hadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya  sehingga laporan ini dapat diselesaikan . Shalawat serta Salam semoga selalu dilimpah curahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. kepada keluarga berserta sahabatnya juga kita selaku umatnya yang mudah-mudahan selalu beristiqomah dalam menjalankan sunahnya.
           Semoga Laporan ini selalu menjadi pembelajaran kami juga bermanfaat bagi kita semua. Kami mohon maaf jika dalam laporan ini terdapat kekurangan atau kesalahan kata . Akhir kata, Wassalamualaikum wr.wb.

                                                                            Jonggol, 1 Maret 2014
                                                                           
                                                                            Penulis





III
DAFTAR ISI

Halaman Judul  ………………………………………………………….       I
Halaman Pengesahan  …………………………………………………     II
Kata Pengantar  …………………………………………………………       III
Daftar isi  …………………………………………………………………..       IV
Bab I Pendahuluan
A.   Latar  Belakang Kunjungan
B.    Maksud dan Tujuan Kunjungan
C.   Manfaat Kunjungan
Bab II Kondisi Objektif
A.   Tinjauan Umum perusahaan (Visi, Misi, Tujuan, Dasar Hukum)
B.   Sejarah Tempat Stula
C.   Struktur Organisasi
Bab III Sistem Tata Surya dan Proses yang terjadi di Dalamnya
A.   Tata Surya
B.   Proses-proses dilapisan Litosfer dan  Atmosfer
Bab IV Penutup
A.   Kesimpulan
B.   Saran & Kritik
Daftar Pusaka
Lampiran
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang kunjungan

      Latar Belakang studi lapangan ini adalah sebagai penambah nilai  siswa-siswi juga sebagai pembelajaran baru agar para siswa-siswi mengetahui tentang Observatorium Bosscha.

B. Maksud dan Tujuan Kunjungan
       Untuk mengetahui tentang sejarah Observatorium Bosscha, mengetahui tentang Sistem Tata Surya, Kegiatan yang dilakukan di Bosscha.

C. Manfaat Kunjungan
       Studi Lapangan ini sangatlah bermanfaat bagi Siswa/Siswi, selain untuk berkunjung dan berekreasi, disana kita juga mendapat berbagai ilmu yang bermanfaat.




BAB II
KONDISI OBJEKTIF

A.Tinjauan Umum Perusahaan (Visi, Misi, dan tujuan)

MISI DAN VISI DARI OBSERVATORIUM BOSSCHA ADALAH :
§         Penentuan orbit dan masa bintang ganda
§         Penentuan struktur galaksi
§         Penentuan jarak, lokasi dan usia suatu gugus bintang
§         Bintang Variabel
§         Pengamatan gerhana bulan
§         Pengamatan terkoordinasi dari obyek-obyek istimewa (komet, bintang meledak, dan sebagainya).

Pola Umum Penelitian Astronomi
§         Mengamati dan mengumpulkan data obyek yang dipilih
§         Pengolahan data yang terkumpul
§         Analisis data serta interpretasi yang koheren

Fungsi UPT Observatorium Bosscha
Sebagai suatu badan yang bergerak dalam cabang ilmu pengetahuan alam, khususnya astronomi yang mempelajari dan menyelidiki benda-benda langit di jagat raya. Dengan  perlengkapan yang ada di Observatorium, serta informasi-informsi baru yang diterima mengenai kamajuan  pengetahuan antariksa dari luar negeri, maka pengetahuan kita tentang  alam raya ini akan semakin luas dan maju. Adapun kerjasama penelitian sering dilakukan dengan negara-negara asing, seperti Amerika, Jepang, Belanda, Indian dan sebagainya.

Tujuan didirikan Observatorium Bosscha

           Pada awalnya Tujuan pendirian Observatorium Bosscha sendiri adalah untuk memajukan ilmu astronomi yang ada di Hindia-Belanda . Dan sekarang pun tempat ini bertujuan untuk mengamati Objek Langit.
     







B. Sejarah tempat Stula



     
           Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige
Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Pada rapat pertama NISV, diputuskan akan dibangun sebuah
observatorium di Indonesia demi memajukan Ilmu Astronomi di Hindia Belanda. Dan di dalam rapat itulah, Karel Albert Rudolf
Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar, bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan
memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha dalam pembangunan
observatorium ini, maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini.
Pembangunan observatorium ini sendiri menghabiskan waktu kurang lebih 5 tahun sejak tahun 1923 sampai dengan tahun 1928.
Publikasi internasional pertama Observatorium Bosscha dilakukan pada tahun 1933. Namun kemudian observasi terpaksa
dihentikan dikarenakan sedang berkecamuknya Perang Dunia II. Setelah perang usai, dilakukan renovasi besar-besaran pada
observatorium ini karena kerusakan akibat perang hingga akhirnya observatorium dapat beroperasi dengan normal kembali.
Kemudian pada tanggal 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan observatorium ini kepada pemerintah RI. Setelah Institut Teknologi
Bandung (ITB) berdiri pada tahun 1959, Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari ITB. Dan sejak saat itu, Bosscha
difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal Astronomi di Indonesia.
 obsevatorium bosscha hingga kini sudah memiliki sekitar 10 buat teleskop
yang memiliki fungsinya masing masing,yaitu:

1. Teleskop refraktor ganda zeiss
teleskop terbesar milik obsevatorium bosscha ini berjenis teleskop refraktor
dibuat oleh carl zeiss jena.disebut ganda karena terdapat 2 buah teleskop
refraktor lensa cembung di dalamnya,yaitu:
Teleskop visual, sensitif pada panjang gelombang kuning/hijau,
dengan titik api 10,78 m.
Teleskop fotografi, sensitif pada panjang gelombang biru, dengan
titik api 10,72 m.
teleskop zeiss berada dalam gedung yang dapt berputar 360 derajat dan
lantainya pun bisa dinaikan hingga 3.8 meter dari posisi terendahnya.
Teleskop Zeiss dilengkapi dengan:
Planetary camera, untuk pengamatan planet
Kisi-kisi difraksi yang dipasang di depan teleskop (di depan lensa
objektif teleskop)
Kamera CCD ST6 dengan sebuah unit PC. Dengan kamera CCD ini,
Teleskop Zeiss dapat mengamati objek yang lebih lemah dari
sebelumnya (dibandingkan dengan pengamatan fotografi biasa).
teleskop zeiss digunakan untuk mengamati bintang ganda visual,penentuan
paralaks,gerak bintang/anggota gugus,planet&komet.

2. Teleskop schmidz bima sakti
teleskop yang termasuk langka ini adalah pemberian dari UNESCO pada tahun
1960.teleskop ini menggunakan lensa schmidz dengan diameter lensa koreksi
51 cm,diameter 71 cm dan panjang fokus 127 cm.Perbandingan antara panjang fokus terhadap diameter lensa koreksi teleskop ini termasuk kecil di
banding teleskop lainnya di obsevatorium bossch yaitu 2.5 mirip dengan
kamera biasa.karena itu teleskop ini memiliki keunggulan karena lebih cepat
dalam pengambilan gambar dari pada teleskop zeiss.
teropong ini sangat baik untuk survey dikarenakan medan pandangya yaitu 5 x 5 yang terbilang cukup luas.kekurangan teleskop ini adalah mudah terganggu
oleh polusi cahaya.teleskop ini biasa di gunakan untuk pengamatan bintang
emisi garis hidrogen, bintang-bintang kelas M, serta bintang-bintang
Wolf-Rayet.

3. Teleskop refraktor bamberg 37 cm
teropong berdiameter lensa 37 cm dan panjang fokus 7 ini memiliki
keterbatasan pada jarak pengamatan yang hanya bisa melihat dalam jarak
zenit 60 derajat atau untuk benda langit yang lebih tinggi dari 30 derajat dan
azimut dalam sektor Timur-Selatan-Barat.terpopng ini menggunakan sistem
bandul gravitasi dimana teropong akan secara otomatis mengatur kecepatan
teleskop bergerak ke arah barat mengikuti bintang yang ada di medan teleskop
sesuai dengan kecepatan rotasi bumi serta teleskop ini sudah dilengkapi
dengan kamera CCD.
teleskop ini di gunakan untuk:
pengamatan kurva cahaya bintang-bintang variabel
fotometri gerhana bintang
pengamatan matahari dan permukaan bulan
teropong bamberg juga sering di pakai untuk pendidikan publik,seperti:
melihat kawah bulan, melihat bintang ganda visual, melihat gugus bintang, melihat planet-planet




melihat benda langit lainnya.

4.Teropong reflektor GAO-ITB
teropong dengan nama lengkap yaitu GAO-ITB-RTS (dengan RTS = Remote
Telescope System) ini sepenuhnya di gerakkan oleh komputer.dengan diameter
cermin 8 inchi,teropong ini berjenis Schmidt-Cassegrain.
teleskop ini merupakan hasil kerja sama antara ITB,Gunma Astronomical
Observatory (GAO)dan jepang.teropong ini bisa dikendalikkan langsung dari
jepang dan hasilnya bisa di tunjukan langsung di jepang.
5.teleskop hilal
biasa di gunakan untuk mengamati hilal 1 Ramadhan dan 1 Syawal.berdiameter
6 cm dilengkapi dengan mounting Vixen Sphinx dan sebuah detektor sederhana
berupa kamera dijita Canon Powershot hingga dilengkapi TV tuner ke sebuah
dekstop atau laptop,maka sistem ini siap mengirimkan data berupa video
tayang-langsung.


6.Teleskop radio 2.3m
teleskop ini berbeda dengan teleskop lainnya karena teleskop ini tidak
menangkap gambar melainkan gelombang.berinstrumen radio jenis SRT (Small
Radio Telescope) yang didesain oleh Observatorium MIT-Haystack dan dibuat
oleh Cassi Corporation.teleskop ini bekerja pada panjang gelombang 21
cm(atau dalam rentang frekuensi 1400-1440 MHz).
dapat digunakan dalam mode:
spektral,yaitu dengan resolusi 7,8 kHz untuk bandwidth 1,2 MHz, atau
dengan resolusi sangat tinggi 1,8 kHz namun dengan bandwidth yang
jauh lebih pendek.
kontinum,memberikan bandwidth selebar 40 MHz dengan bin sebesar 1
MHz.

7.Teleskop radio JOVE
teleskop ini merupakan rancangan rancangan NASA Radio JOVE Project yang
bertujuan untuk pengamatan semburan radio dari jupiter,dan juga semburan
matahari Type III pada frekuensi 20,1 MHz.antena yang di gunakan merupakan
antena dual-dipole.

8.teropong surya
teleskop ini merupakan set teleskop digital yang terdiri dari 3 buah teleskop
Coronado dengan 3 filter yang berbeda, serta sebuah teleskop proyeksi citra
Matahari yang sepenuhnya dibuat sendiri.fasilitas ini terdiri dari 2 buah sistem
teleskop,yang pertama merupakan teleskop dijital bekerja pada 3 panjang
gelombang,Teleskop kedua adalah sebuah coleostat yang ditujukan untuk
membuat proyeksi citra dan spektrum matahari secara analog.dengan begitu
hasil dari pengamatan dapat di lihat langsung secara real-time.
9.teropong unitron
teropong ini menggunakan lensa obyektif berdiameter 102 mm dan panjang
fokus 1500 mm.teropong ini baik digunakan untuk pengamatan bulan ataupun
matahari,juga biasa digunakan untuk praktikum mahasiswa.teleskop ini pernah
di bawa untuk pengamatan di Cepu, Jawa Tengah tahun 1983 dan di Sangihe Talaud, Sulawesi Utara pada tahun 1995.
10.teleskop latihan
teleskop ini merupakan peralatan latihan tim olimpiade astronomi indonesia
tingkat internasional.setiap tahun anggota yang dipilih melalui olimpiade sains
tingkat nasional akan di latih di observatorium bosscha.teleskop ini terdiri dari
Celestron C8 dan C11 dilengkapi dengan CCD dan asesoris lainnya.

C.   Struktur Organisasi

Petugas di observatorium Bosscha di masa Hindia Belanda
Beberapa nama berikut pernah menjabat sebagai direktur/kepala :
1.    1923 - 1940: Dr. Joan Voûte
2.    1940 - 1942: Dr. Aernout de Sitter
3.    1942 - 1946: Prof. Dr. Masashi Miyaji
4.    1946 - 1949: Prof. Dr. J. Hins
5.    1949 - 1958: Prof. Dr. Gale Bruno van Albada
6.    1958 - 1959: Prof. Dr. O. P. Hok dan Santoso Nitisastro (pejabat sementara)
7.    1959 - 1968: Prof. Dr. The Pik Sin
8.    1968 - 1999: Prof. Dr. Bambang Hidayat
9.    1999 - 2004: Dr. Moedji Raharto
10.                    2004 - 2006: Dr. Dhani Herdiwijaya
11.                    2006 - 2010: Dr. Taufiq Hidayat
12.                    2010 - 2012: Dr. Hakim Luthfi Malasan
13.                    2012 - sekarang: Dr. Mahasena Putra








BAB III
SISTEM TATA SURYA

A. Tata Surya
Pada anggota susunan sistem tata surya yang paling utama yaitu yakni Matahari merupakan sebuah bintang yang berada di antara sekitar 100.000.000.000 bintang lain dalam galaksi Bima Sakti. Matahari merupakan bola gas pijar, dengan suhu di permukaan Matahari diperkirakan sekitar 5.000°C – 6.000°C, sedangkan pada bagian intinya mencapai 14.000.000°C.
Menurut penelitian para penjelajah luar angkasa diameter (garis tengah) Matahari yang diperkirakan besarnya mencapai 1.400.000 km atau lebih dari 100 kali ukuran bola Bumi. Sebagai inti dari sistem tata surya, matahari dikelilingi oleh benda langit bernama planet pada garis edarnya yang dinamakan orbit. Secara umum planet-planet dalam tata surya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
  • Planet Dalam (Inferior), merupakan planet yang lintasannya berada di antara lintasan Bumi dengan Matahari, yaitu meliputi planet Merkurius dan Venus.
  • Planet Luar (Superior), merupakan planet yang lintasannya berada di luar lintasan Bumi yaitu planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Berikut ini gugusan planet pada susunan tata surya tersebut :
Planet planet pada susunan tata surya
Pada awalnya dalam sistem tata surya (solar system) terdapat sembilan planet pada sistem tata surya, gugusan pada planet tata surya tersebut meliputi Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Tapi sejak diselenggarakan pertemuan International Astronomical Union (IAU) ke-26 di Praha, Republik Ceko pada tanggal 24 Agustus 2006, planet pluto hanya disetarakan dengan objek-objek kecil tata surya dengan garis orbit yang sudah pasti.
1. Merkurius
Planet paling dekat dengan Matahari yaitu merkurius, mmeiliki jarak rata-rata hanya sekitar 57,8 juta km. Jaraknya yang dekat dari matahari membuat prbedaan suhu harian yang sangat besar antara siang dan malam karena Planet ini tidak mempunyai atmosfer. Planet ini melakukan revolusi terhadap matahari dalam orbit eliptis (lonjong) dengan periode revolusinya sekitar 88 hari, dan periode rotasinya sekitar 59 hari. Permukaannya mirip dengan Bulan yang mempunyai banyak kawah dan tidak mempunyai satelit
2. Venus
Planet venus merupakan planet yang berjarak paling dekat letaknya dengan bumi sekitar 42 juta km, sehingga venus bisa terlihat seperti noktah kecil bersinar dari bumi. Venus diselubungi atmosfer yang sangat tebal terdiri dari gas karbondioksida dan sulfat. Sekitar 97% karbondioksida (CO2) dan 3% nitrogen pada atmosfer venus, membuatnya hampir tidak mungkin terdapat kehidupan.
3. Bumi
Jarak rata-rata matahari ke bumi berkisar sekitar 150 juta km,dengan waktu revolusi sekitar 365,25 hari dan periode rotasi sekitar 23 jam 56 menit dengan arah barat-timur. Atmosfer bumi di lindung oleh Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Kemudian diameter bumi berkisar 12.756 km hampir sama dengan diameter Planet Venus.
4. Mars
Planet mars bisa terlihat sangat jelas dari bumi setiap 2 tahun 2 bulan yaitu ketika berada pada kedudukan oposisi, karena saat itu jaraknya hanya sekitar 56 juta km dari bumi. Menurut pengamatan orbit dan pemeriksaan terhadap kumpulan meteorit Mars, permukaan Mars terdiri dari basalt. Planet mars dilapisi oleh debu besi (III) oksida yang membuatnya tampak berwarna merah. Keadaan mars, yang mirip dengan bumi, memungkinkan adanya kehidupan di planet tersebut.
5. Jupiter
Jupiter Planet terbesar dalam tata surya, memiliki diameter sekitar 142.600 km, yang berisi materi dengan tingkat kerapatannya rendah, terutama hidrogen dan helium. MMemiliki periode rotasi yang cepat sekitar 9 jam 50 menit dan berrevolusi sekitar 11,9 tahun. Yupiter memiliki cincin yang sangat tipis dan berwarna hampir sama dengan atmosfernya yang terbentuk atas materi batuan dan pecahan-pecahan debu.
6. Saturnus
Saturnus merupakan planet terbesar ke dua setelah Jupiter dan juga memiliki cincin yang melingkar sejajar dengan garis ekuatornya. Planet saturnus mempunyai kerapatan rendah dikarenakan sebagian besar zat yang menyusunnya, berupa gas dan cairan dan permukannya diperkirakan tersusun dari batuan padat dengan atmosfer berupa gas amonia dan metana, sehingga membuat planet ini tidak akan mungkin terdapat kehidupan di dalamnya.
7. Uranus
Diameter planet ini diperkirakan mencapai 49.000 km hampir empat kali lipat diameter bumi. Planet uranus melakukan rotasi dengan sumbu rotasi yang searah dengan arah datangnya sinar matahari yang berbeda dengan planen lain. Sehingga letak kutubnya seringkali menghadap ke arah matahari.Atmosfer uranus dipenuhi hidrogen, helium dan metana dengan 5 buah satelit yang mengelilinginya.

8. Neptunus
Planet yang paling jauh letaknya dari matahari ini memiliki arak rata-rata ke matahari sekitar 4.497 juta km. Dengan atmosfer planet yang dipenuhi dengan hidrogen, helium, metana, dan amoniak yang lebih padat dibandingkan dengan Jupiter dan Saturnus. Planet Neptunus dikelilingi 8 buah satelit, di antaranya Triton, Nereid dan Larissa.
Sistem Tata Surya
Selain gugusan planet pada tata surya, terdapat benda-benda langit yang berada disekitar galaksi bima sakti tersebut yaitu :
Komet
Komet sering disebut dengan istilah bintang berekor karena sifat fisiknya, yang terdiri atas dua bagian, yaitu inti dan ekor. Sebagian besar tubuh komet dibentuk oleh berbagai gas, termasuk Sianogen (CN), Karbon (C), Karbon monoksida(CO), Nitrogen (N2), Hidroksil (OH), dan Nitrogen Hidrid (NH). Komet senantiasa datang mengunjungi aatahari dan keluarganya secara periodik dalam waktu tertentu.
Meteor
Benda langit lainny yaitu meteor, merupakan benda langit di angkasa baik terdiri atas senyawa logam maupun batuan. Meteor bisa terlihat dari bumi yang sering disebut bintang jatuh karena,terjadinya gesekan yang sangat kuat antara massa meteor dan partikel-partikel atmosfer bumi sehingga meteor terbakar dan terlihat dari Bumi. Meteor yang jatuh sampai ke permukaan bumi dinamakan meteorit.
Asteroid
Asteroid terlihat tampak bersinar karena benda ini sama seperti planet, yang menerima dan memantulkan cahaya Matahari. Benda langit ini tersebar di antara orbit planet Mars dan Yupiter, yaitu kira-kira 500 juta kilometer dari Matahari dari Bumi.



BAB IV

Penutup

A.    Kesimpulan  
                Kita harus bisa menjaga alam semesta ini. Karena bumi ini sudah banyak mengalami kerusakan. Jagalah alam dengan sebaik mungkin, sebab hal kecil yang berdampak buruk itu dapat merusak alam ini. Janganlah kita sampai mengulangi kesalahan yang telah kita perbuat dimasa lampau. Jadikan semua yang telah terjadi sebagai Pembelajaran kita untuk menjadi lebih baik.

B.    Saran dan Kritik

·       Untuk Sekolah

-         Kegiatan Studi Lapangan ini sangatlah bagus untuk dilaksanakan, dan diharapkan kegiatan ini terus dilaksanakan untuk penambahan nilai siswa/siswi ditahun ajaran baru dan seterusnya.

·       Untuk Observatorium Boscha

-         Diharapkan pengajaran terhadap para siswa/siswi lebih ditingkatkan lagi, misalkan dalam menjelaskan materi tidak terlalu cepat .
DAFTAR PUSAKA

        Buku Laporan Studi Lapangan Boscha Bandung. SMP Plus Nurul Hikmah Al-Hakim .

KELOMPOK 1 :
       
Pendamping : Pak Jamal

Ø Ari Syukri Nur
Ø Aisyah Caesal Finia
Ø Anita
Ø Caca Handika
Ø Cami
Ø Carolina N.A
Ø Dicky Octavianus
Ø Dini Maulidatul Janah
Ø Erna Wathi
Ø Euuis Romlah


~Terima Kasih~

Memories in Boscha :










“Don’t Forgetting This Moment .. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar